"Setiap yang datang di sini, mengeluh lantaran tidak punya minyak dan akhirnya tidak jadi membeli. Dari itu saya rugi lebih dari Rp 20 juta rupiah," keluhnya.

Hal yang sama juga diutarakan oleh Waode Muslimin. Pejual ikan asin berlokasi di pasar basah Mandonga itu menjelaskan, usaha yang ia lakoni saat ini mengalami kerugian. Imbas dari sepi pembeli hingga kelangkaan minyak goreng, jadi faktor utama dari kerugiannya.

"Rugi sekarang, apalagi ada masalah minyak, tambah rugi," keluhnya.

Baca Juga: Pengaturan Pengeras Suara Masjid Bakal Diberlakukan di Bulan Suci Ramadhan

Woade Muslimin menambahkan, konsumen yang membeli dagangan hanya berasal dari ibu rumah tangga dari Kota Kendari, yang sebelumnya banyak berasal dari luar kota.