PBB melalui Kantor Hak Asasi Manusia telah menyatakan keprihatinan mendalam atas pola serangan yang terus berulang terhadap sekolah-sekolah di Gaza. Mereka menekankan bahwa serangan ini telah menyebabkan penderitaan yang luar biasa bagi warga sipil, terutama anak-anak yang menjadi korban utama dalam konflik ini.

Baca Juga: Deretan Peristiwa Tukar Kepala Mata-Mata Amerika dan Rusia Era Joe Biden-Vladimir Putin

Situasi di Gaza masih mencekam, dengan Israel terus melakukan serangan udara yang sporadis. Target utama mereka adalah kelompok Hamas yang dituding bertanggung jawab atas serangan ke wilayah Israel pada 7 Oktober 2023 lalu, yang menewaskan 1.200 warga Israel dan mengakibatkan penyanderaan 239 orang.

Namun, serangan balasan Israel telah menyebabkan kerusakan yang luas dan korban jiwa yang besar di pihak warga sipil Gaza. Hingga saat ini, jumlah korban jiwa di Gaza terus bertambah dengan angka yang sangat memprihatinkan. Setidaknya 40.000 warga sipil telah tewas akibat serangan udara dan blokade yang dilakukan oleh Israel.

Selain serangan fisik, Israel juga memutus aliran logistik, internet, listrik, dan air ke Gaza, dengan dalih untuk menekan Hamas agar menyerah. Namun, langkah ini justru memperburuk kondisi kehidupan warga sipil, terutama dalam hal akses terhadap layanan kesehatan yang sangat terbatas akibat kurangnya pasokan logistik. (C)