Setelah diinterogasi oleh aparat kepolisian, Novi mengaku takut pulang ke rumah karena sering dipukul oleh tantenya. Novi pun minta diantar oleh polisi ke rumah orangtuanya di Lorong Pekuburan Punggolaka.

Baca juga: Laporan Bupati Busel Soal Dugaan Informasi Tidak Benar Naik ke Penyelidikan

"Saya tinggalkan rumah saat orang di rumah tidak ada. Baru mau pergi, sepupu saya Elin menangis minta ikut. Akhirnya saya bawa juga dia," cerita Novi pada polisi.

Pihak aparat yang merasa prihatin langsung menggendong Elin yang sudah tidak tahan dengan rasa kantuknya. Kedua bocah itu kemudian diantar ke Lorong Pekuburan, tempat pembuatan batu bata. Namun saat tiba di bangsal batu merah, tidak ada orang yang dapat dijumpai.

Pihak aparat terpaksa membangunkan warga pemilik bangsal dan menanyakan keberadaan orangtua Novi. Dan dari keterangan Yunus, diketahui Novi sering main di tempat itu dan bapaknya bernama Daniel berasal dari Toraja, sedangkan ibunya bernama Ninis yang berasal dari Jawa.