Baca Juga: Tak Beralas Kaki, Pemulung Ini Tiap Hari Menyusuri Jalan Raya
Mengenakan topi yang warnanya sudah kusam dimakan waktu, Mitra melindungi wajahnya dari panas terik matahari. Dengan penghasilan dagang yang tidak seberapa ia tetap mampu menjalani hidup dengan penuh harapan.
Ketika orang lain bingung memikirkan kehidupan yang semakin sulit, Mitra memilih untuk menjadi pedagang. Tissu yang dibelinya seharaga Rp10.000 kembali dijualnya dengan harga Rp15.000. sedangkan opak, dibikinnya sendiri. Bahan kerupuk satu ikat berisi 10 lembar seharga Rp 3000 ia goreng sendiri, gulanya juga dibuat sendiri. sehingga nilai jual saat ditawarkan ke setiap pengendara menjadi lebih tinggi.
Mitra menggeluti pekerjaannya berdagang di lampu merah sejak 6 tahun lalu hingga sekarang. Ia tinggal bersama suaminya, Abdurrahman (40) dan 2 orang anaknya, Fitri kelas 3 SD dan Hazira 5 tahun. Meski memiliki suami yang sering sakit-sakitan sehingga tidak mampu lagi bekerja, ia tidak pantang menyerah.
Mitra juga mengungkapkan, dirinya pernah diusir Satpol PP karena dilarang menjual.
