Rusli mengaku, ia berada di lokasi IKM ini baru terhitung 10 hari. Biasanya ia memproduksi minyak VCO secara mandiri, namun dikontrak oleh pemerintah untuk memproduksi minyak persiapan pasar murah.
Baca Juga: Diduga Bermasalah, Kontraktor Proyek Penetrasi Jalan Kontu-Wakorambu Ngaku Tak Pegang Kontrak
"Saya di sini baru 10 hari, dikontrak oleh Dinas Perindag untuk produksi minyak untuk kebutuhan pasar murah," ucap Rusli.
Dari keterangan Rusli, DPRD menemukan peralatan untuk produksi minyak goreng tidak lengkap, sementara mesin untuk produksi VCO belum pernah dipergunakan.
"Ternyata kondisinya untuk produksi minyak saja hanya mesin parut dan peras jadi santan untuk olahnya harus bikin tunggu manual. Kamudian untuk VCO belum sama sekali beroperasi. Kami akan surati Pemdanya supaya dijelaskan semua ini kenapa bisa kondisinya seperti ini," tegas Iskandar. (B)
