Menurut Yudistira, tak mungkin mengganti server dalam waktu singkat setelah Sirekap bisa diakses publik. Dia mengatakan server Sirekap berada di Jakarta. Kendati begitu, dia enggan menyebut lokasi persis keberadaan server.
Terkait akurasi sistem operasional data di Sirekap, Yudistira tak menampik masih terdapat kelemahan sehingga perlu pengembangan. Dia mengatakan itu setelah mendapat pertanyaan perihal perlunya dilakukan audit forensik.
“Kami sudah diaudit. Ada dua lembaga yang melakukan audit, BRIN melakukan audit dan BSSN telah melakukan technical assessment,” kata Yudistira.
Sidang sengketa PHPU Pilpres 2024 dilanjutkan Kamis (4/4/2024) dengan agenda pembuktian pihak terkait dan mendengarkan keterangan saksi serta ahli. (A)
