Baca Juga: Keluarga Ini Cari Keadilan di Polda Sumatera Utara, Adik Dituding Cabul di Siang Bolong

Bank Indonesia terus memperkuat respons bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah melalui intervensi di pasar valas dengan transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian/penjualan surat berharga negara (SBN) di pasar.

“Ini supaya meningkatkan daya tarik imbal hasil SBN bagi masuknya investor portofolio asing dan optimalisasi, serta penambahan frekuensi,” ungkapnya.

Selanjutnya, untuk meningkatkan stimulus kebijakan makroprudensial melalui penajaman insentif likuiditas kepada bank-bank penyalur kredit/pembiayaan pada sektor-sektor hilirisasi (pertambangan, pertanian, perkebunan, dan perikanan), perumahan, pariwisata, serta meningkatkan inklusi keuangan (UMKM dan KUR) dan ekonomi keuangan hijau.

"Jadi, pada intinya meningkatkan transaksi perdagangan dapat meningkatkan perekonomian," terangnya. (B)