Baca Juga: Giliran Singapura Dilanda Resesi Seks, Tahun Macan Jadi Alasan

Dari puluhan ribu orang yang menerima kewarganegaraan baru, 1.300 di antaranya adalah anak-anak. Mereka lahir di luar negeri, namun orang tuanya adalah orang Singapura. Pemerintah Singapura juga memberi status penduduk tetap kepada 34.500 orang pada tahun 2022.

Dikutip dari Detik.com, faktor keluarga dan ekonomi, menjadi  faktor yang memicu penurunan angka kelahiran total di negaranya. Orang Singapura memilih untuk menunda pernikahan mereka sehingga angka kelahiran total menurun.

Di sisi lain, orang Singapura juga memilih merawat orang tua mereka yang mulai menua dan usia generasi muda juga bertambah.

Baca Juga: Jadi Negara dengan Industri Porno Terbesar, Kenapa Jepang Dilanda Resesi Seks?