"Ada perubahan desil, yakni tingkat kesejahteraan mulai dari miskin ekstrem, miskin, dan seterusnya. Begitu ada pendapatan yang membaik," jelasnya, Kamis (12/3/2026).
Baca Juga: Pencairan Bansos 2026 Kembali Lewat Puskesos, Begini Penjelasan Aturannya
La Asari menekankan, saat ini pemerintah menggunakan sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang terintegrasi secara nasional. Sistem satu data ini sangat transparan dan mampu mendeteksi aset yang dimiliki oleh warga.
Ia mencontohkan, kasus di mana seorang warga mengeluh karena bantuan jaminan kesehatannya dihentikan. Setelah dicek melalui sistem menggunakan KTP, ditemukan bahwa warga tersebut memiliki aset yang menunjukkan peningkatan ekonomi.
Meski ada ribuan data yang dinonaktifkan, La Asari menyebutkan bahwa jumlah penerima bantuan di Buton Selatan sebenarnya mengalami tren peningkatan secara keseluruhan karena adanya penambahan kuota baru dan pendaftaran bayi yang baru lahir dari keluarga kurang mampu.
