"Kami sudah laporkan pada 11 Mei 2024 lalu, hingga hari ini sudah lebih dari sebulan setelah pelaporan," ungkap Merlin, Kamis (20/6/2024).
Merlin menjelaskan, RS mengaku sebanyak 20 orang melakukan persetubuhan terhadapnya sementara enam orang lainnya tidak sampai menyetubuhinya.
Korban yang menerima perlakuan dari 26 pelaku pencabulan tersebut tidak dapat melanjutkan aktivitas belajar di sekolah karena merasa malu.
Baca Juga: Seorang Wanita di Buton Ditahan Atas Dugaan Penggelapan Dana Proyek Rp 1,6 Miliar
"RS kini sudah putus sekolah, kalau ke kampung juga dia malu karena dikucilkan, mungkin saya akan bawa nanti keluar daerah tapi setelah kasus ini selesai dulu," ungkapnya.
