Meskipun harus menghadapi cuaca buruk, Siti Aminah tetap bersyukur. “Alhamdulillah, setiap hari laku. Kalau saya bisa dapat 200 ribu per hari, sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan. Meski kadang ada hari-hari yang penghasilannya tak menentu,” tambahnya.

Di balik kelelahan yang tampak di wajahnya, Siti Aminah tetap berusaha menunjukkan senyum kepada setiap pembeli yang datang. Ia berusaha tetap menjaga keceriaan di tengah kerasnya kehidupan.

Meskipun perut kadang lapar dan tubuh terasa lelah, ia terus berjuang demi masa depan kedua anaknya yang masih bersekolah.

Bagi Siti Aminah, keberadaan dirinya sebagai penjual sayur keliling bukan hanya sekadar mencari nafkah, tetapi juga untuk memastikan anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang baik dan masa depan yang lebih cerah.

Baca Juga: Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Kendari Naik Jelang Akhir Tahun