KENDARI, TELISIK.ID - Akibat kekurangan biaya dan tidak mendapatkan pendidikan yang layak, Slamet anak berusia 10 tahun rela berkeliling jadi pengamen demi menafkahi dan membiayai pengobatan Neneknya yang telah berusia lanjut.
Guna menghidupi dan memenuhi kebutuhannya sehari-hari, Slamat 10 tahun terpaksa harus berkeliling mengamen di perapatan lampu merah sejak berusia lima tahun.
Momen hangat, gembira dan penuh sukacita di dalam dunia pendidikan yang layak selalu menjadi impian bagi setiap anak, namun berbeda yang dialami oleh Slamat warga Lorong Melati Kecamatan Baruga, yang terseret menjadi pengamen jalanan usia dini. Berjuang melawan kenyataan demi membiayai pengobatan sang Nenek yang berusia 85 tahun bernama Amalia.
Ditinggal oleh Ayah yang sering bekerja ke luar daerah serta Ibu yang meniggal saat masih balita, menjadikan ia sadar betapa kenyataan pahit yang ditimpa keluarga kecilnya itu tidak bisa dibiarakan.
Baca Juga: Kisah Pilu Pengamen Cilik, Kardus Bekas Jadi Tempat Tidur
