Pengembangan keterampilan juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan. Sekolah menyediakan pelatihan membatik, tata boga, kriya kayu, teknologi informasi, kecantikan, hingga merangkai bunga serta pemanfaatan barang bekas.  

Selain itu, siswa dibekali keterampilan hidup seperti perawatan diri dan pembuatan suvenir. Hasil karya siswa, seperti batik dan produk makanan, dimanfaatkan untuk kebutuhan internal sekolah serta dipasarkan kepada masyarakat.  

Baca Juga: Wali Kota Kendari Siska Singgung Pemkot Sebelumnya Langgar Aturan Bisnis Properti

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran kewirausahaan yang bertujuan membangun kemandirian siswa sejak dini.

Meski fasilitas dinilai cukup memadai, sekolah masih menghadapi keterbatasan tenaga pendidik, terutama untuk pendampingan siswa autisme yang memerlukan perhatian lebih intensif. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan dalam memastikan layanan pendidikan berjalan optimal.