Tak hanya itu, guru-guru juga ikut terlibat. Hasil penjualan sampah mereka dikonversi menjadi tabungan emas melalui kerja sama dengan Pegadaian. Hingga kini, setidaknya 10 guru telah memiliki saldo tabungan emas dari program ini.

Setiap Jumat, suasana sekolah begitu hidup. Hari dimulai dengan kegiatan keagamaan seperti zikir bersama dan Salat Duha, dilanjutkan pembinaan oleh wali kelas, lalu proyek kewirausahaan. Siswa terlihat sibuk di berbagai sudut: ada yang mengaji, ada yang memilah sampah di bank sampah, semuanya di bawah pendampingan guru.

Baca Juga: Semangat Guru SLB Kusuma Bangsa, Mendidik Puluhan Difabel Meski Digaji Minim

Prestasi SMPN 13 Kendari tak hanya di bidang lingkungan. Sejak menjadi sekolah penggerak pada dua tahun pertama, kini statusnya meningkat menjadi sekolah berkinerja baik. Di bidang ekstrakurikuler, Pramuka sekolah ini meraih juara umum Kota Kendari dua tahun berturut-turut (2023 dan 2024) dalam ajang Gold Generation School. Di bidang bela diri, siswa-siswinya juga menorehkan prestasi di tingkat nasional untuk cabang Taekwondo dan Karate.

Kini, SMPN 13 Kendari sedang bersiap menuju predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri 2025. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari tengah melakukan pembinaan dan verifikasi dokumen.