Baca Juga: Deklarasi Routa Konawe Tekankan Wilayahnya Bukan Tanah Kosong tapi Milik Leluhur

Mereka juga meminta perhatian langsung dari Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, untuk meninjau kondisi sekolah.

Hingga saat ini, belum ada data resmi terkait kerugian yang ditimbulkan maupun kepastian jadwal kegiatan belajar mengajar dalam beberapa hari ke depan. Peristiwa ini menjadi alarm bagi pentingnya pembenahan infrastruktur dasar di lingkungan pendidikan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kolaka Utara, Mukramin, menyebutkan bahwa genangan terjadi akibat kombinasi antara kapasitas drainase yang terbatas dan adanya hambatan di saluran pembuangan bagian hilir.

“Daya tampung drainase tidak mencukupi, ditambah ada penyumbatan di hilir. Ini masih kami dalami untuk memastikan penyebab utamanya,” jelasnya. (C)