Baca Juga: Sosok Nur Afifah Balqis, Disebut Koruptor Termuda Indonesia Terciduk di Mall Bawa Koper Isi Rp 1 Miliar

Kini, nama tersebut kembali digunakan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk menyebarkan konten tidak senonoh demi kepentingan klik dan sensasi.

Pola serangan seperti ini kerap kali muncul di era digital, terutama saat seseorang menjadi terkenal secara tiba-tiba. Nama mereka dimanfaatkan untuk menyebarkan konten palsu, menipu publik, bahkan berpotensi menjadi alat penyebaran virus digital atau malware.

Kasus Izza menjadi salah satu contoh dari dampak negatif viralitas yang tidak terkendali.

Baca Juga: Sosok Arya Daru, Diplomat Muda Kemlu Tewas di Indekos dengan Kepala Terlilit Lakban