Kemarahan sang ayah membuat suasana di RS TNI memanas. Cristian Namo disebut melampiaskan amarahnya kepada pimpinan dan pihak rumah sakit, menuntut penjelasan dan langkah cepat dalam menangani kasus ini.
"Ini sudah nyawa, buka aturan bukan keadilan, nyawa anak saya, saya tentara merah putih," tambahnya.
Jenazah Prada Lucky diterbangkan ke Kupang pada Kamis, 7 Agustus 2025, untuk dilakukan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang. Proses ini diharapkan dapat mengungkap secara jelas penyebab kematian dan memperkuat bukti hukum yang ada.
Baca Juga: Wabup Kolaka Utara Minta Pj Sekda Letakkan Jabatan Rektor UMKOTA
Komandan Kompi satuan Prada Lucky, Rahmat, membenarkan kabar kematiannya, namun enggan menyebutkan penyebab pasti.
