Melansir suara.com jaringan telisik.id, Selasa (22/4/2025), Soesalit Djojoadhiningrat merupakan buah pernikahan RA Kartini dengan RM Adipati Ario Singgih Djojoadhiningrat. Pernikahan tersebut berlangsung pada tanggal 12 November 1903, dan hanya berselang beberapa bulan kemudian, Kartini wafat setelah melahirkan Soesalit pada 13 September 1904.

Kartini meninggal dunia hanya empat hari setelah melahirkan Soesalit. Sejak saat itu, bayi Soesalit dibesarkan tanpa kehadiran sosok ibunya. Ia kemudian diasuh oleh neneknya, Ngasirah, ibu kandung RA Kartini yang berperan besar dalam mengasuh cucunya di masa kecil.

Baca Juga: Peringati Hari Kartini, Guru SMA Negeri 2 Wangi-Wangi Wakatobi Tampil Anggun dengan Balutan Kebaya

Namun nasib kembali tidak berpihak padanya ketika sang ayah, RM Adipati Ario Singgih Djojoadhiningrat, meninggal dunia saat Soesalit masih berusia delapan tahun. Sejak itu, ia tinggal dan dirawat oleh Abdulkarnen Djojoadhiningrat, yang merupakan kakak tirinya dari pernikahan ayahnya dengan istri lain.

Abdulkarnen berperan penting dalam mendidik dan membimbing Soesalit hingga dewasa. Ia memberikan pendidikan serta membuka kesempatan kerja bagi adik tirinya tersebut. Soesalit mengawali pendidikan dasarnya di Europeesche Lagere School, sekolah khusus untuk anak-anak Belanda dan bangsawan Jawa.