Mesin pencetak uang palsu yang digunakan berasal dari China, dengan harga mencapai Rp 600 juta. Mesin ini memiliki tingkat presisi tinggi dibandingkan dengan mesin cetak biasa. Menurut Syahruna, meski hanya mencetak uang rupiah, ia sempat mendapatkan pesanan untuk mencetak uang palsu yang akan digunakan pada Pilkada 2024.

Baca Juga: Daftar Merek Mobil dan Motor Dilarang Sedot Pertalite dan Solar 2025

"Ada pesanan katanya berapa miliar untuk Pilkada. Saya tidak menanggapi begitu serius," katanya.

Dalam kesaksiannya, Syahruna mengungkapkan motivasinya bergabung dalam operasi ini. Ia dijanjikan akan mendapatkan bagian dari hasil uang palsu yang diproduksi.

"Setiap 10 lembar uang yang diproduksi, saya mendapatkan 1 bagian," jelasnya. Selain itu, ia juga dijanjikan akan dibelikan tanah dan rumah oleh Ibrahim. "Dijanjikan juga dibelikan tanah dan rumah oleh (tersangka) Ibrahim," tambahnya.