Baca Juga: Ada Apa dengan Sri Lanka? Bangkrut hingga Makan pun Susah

"Kreditur tentu memaksa agar bunga utang semakin tinggi sebagai kompensasi dari naiknya inflasi. Ini situasi yang sangat buruk bagi pengelolaan utang pemerintah," tuturnya.

Krisis di Sri Lanka telah membuat warga serba kekurangan komoditas makanan, bahan bakar minyak (BBM), obat-obatan, hingga listrik karena tidak mampu melakukan impor. (C)

Penulis: Fitrah Nugraha

Editor: Haerani Hambali