Lihat Juga: Polda Sultra Musnahkan 1.352 gram Sabu
Saat ini kondisinya, di dunia agribisnis rantai perdagangannya panjang. Dimana dari petani hingga Industri/perusahaan akan melewati banyak tangan. Sehingga pembeli ke petani itu menjadi murah, dengan startup tersebut mampu memutus rantai perdagangan yang kemudian langsung ke Industri.
Sedangan salah satu perwakilan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Agus Dwi Lesmono yang turut hadir mengatakan, bahwa saat ini hampir seluruh sektor berhadapan dengan teknologi. Dimana pengembangan teknologi menuju 4.0.
" Jika tidak mengikuti perkembangan, kita akan tertinggal. Aplikasi semacam ini memudahkan kita, dalam promosi dan pemasaran. Karena selama ini hanya dilakukan secara manual, melalui jalur-tengkulak dan pengumpul yang cukup panjang. Dimana hanya orang-orang tertentu yang menikmati," ungkapnya.
Agus menambahkan, aplikasi ini sudah terintegrasi, dengan transportasi, penjual dan pembelinya. Sehingga bisa langsung bertransaksi secara online tanpa ada tatap muka langsung.
