"Jangan sampai pada Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Qurban masih ada pandemi PMK. Jelas yang dirugikan adalah peternak," jelasnya.

Pria bergelar profesor ini mengatakan, sejak akhir Desember 2022 lalu kasus PMK di Pacitan kembali mengalami lonjakan setelah dua bulan sebelumnya sempat nol kasus. Saat ini, terdapat 19 kasus aktif PMK. Tersebar di wilayah Bandar, Tegalombo, Donorojo dan Pringkuku.

Baca Juga: Nusa Tenggara Timur Dinyatakan Zona Hijau Bebas PMK

"Kami berharap hal tersebut segera diatasi untuk menekan agar tidak ada pandemi lagi," tambahnya.

Terpisah, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Pacitan Kus Handoko mengatakan, pihaknya kembali mengajukan permohonan penambahan vaksin PMK kepada Pemprov Jawa Timur sekitar 200 ribu dosis tahun ini. Sebab progres capaian vaksinasi PMK di Pacitan saat ini masih rendah.