KENDARI, TELISIK.ID - Panas matahari yang sangat menyengat kulit, nampak seorang ibu sedang beristirahat di pinggir jalan sambil merenung.

Ia adalah Ningsih (47) yang harus menjadi tulang punggung keluarga dengan menjadi seorang pemulung, dikarenakan suaminya memiliki penyakit paru-paru.

Ia tidak memiliki seorang anak sehingga ia hanya tinggal bersama suaminya. Di sebuah Kos-kosan yang ia bayar perbulannya Rp 700 ribu di Jalan Saranani, Mandonga, Kota Kendari.

Baca Juga: Putus Sekolah, Pria Ini Terpaksa jadi Pengamen

Ibu Ningsih memilih kos yang terbilang mahal karena sang suami tidak bisa tinggal di tempat yang sempit karena sesak nafas yang disebabkan penyakit paru-paru yang di deritanya.