KENDARI, TELISIK.ID - Meski tak lagi bisa melihat dunia, Laode Rauf (69) tetap menjadi penunjuk waktu bagi warga sekitar lewat suaranya yang lantang mengumandangkan adzan di Masjid Hamdanu Tayyibah, Lorong Puncak Merak, Jalan Diponegoro, Kelurahan Benu-benua, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari.
Kehilangan kedua penglihatannya sejak tahun 2016 atau 9 tahun lalu, namun tidak melunturkan semangatnya.
Setiap hari sebelum waktu salat tiba, Laode Rauf perlahan melangkahkan kaki dari rumah sederhananya menuju masjid yang berjarak sekitar 50 meter. Dengan tongkat kayu di tangan dan jalan yang sudah ia hafal di luar kepala. Ia menjadi Muazin (pengumandang azan) yang kini diandalkan warga sekitar.
Baca Juga: Ribuan Obat Narkotika Hilang di RS Bahteramas, Wagub Sultra Hugua Curigai Internal
Laode Rauf mengaku, telah melakukan berbagai macam pengobatan dalam upaya menyembuhkan penyakitnya hingga operasi mata pada tahun 2019, namun tidak memberikan perubahan.
