Baca Juga: Kasus DBD di Kota Kendari Meningkat Sepanjang Tahun 2022
Inovasi nyamuk wolbachia sendiri bertujuan untuk menurunkan angka kematian dan kasus DBD di Indonesia. Di Sulawesi Tenggara belum ada penyebaran nyamuk wolbachia. Menurut Muhammad Ridwan, proyek ini masih sedang diuji coba di lima kota di Indonesia.
"Berdasarkan hasil penelitian yang disebarkan pada lima provinsi sebagai uji coba, ternyata angka kesakitan dan kematian turun sampai 77 persen, itu yang menyebabkan Kementerian Kesehatan tertarik untuk pengembangan nyamuk wolbachia ini," tuturnya.
Pemerintah Sulawesi Tenggara berharap pencegahan penyebaran DBD dengan skema nyamuk wolbachia dapat diterima oleh masyarakat. Pasalnya, proyek kesehatan ini banyak ditentang di berbagai daerah di Indonesia.
Muhammad Ridwan juga menyampaikan bahwa kontroversi nyamuk wolbachia merupakan hal yang biasa. Penolakan tersebut disebabkan oleh ketidaktahuan dan kurangnya sosialisasi. Ia juga mengajak semua pihak termasuk media, ikut andil mensosialisasikan inovasi yang sangat berguna ini.
