Lolly menambahkan, dalam akumulasi satu provinsi ada 4 dimensi, untuk kontestasi politik dan partisipasi pemilih masih masuk rawan sedang. Tapi khusus untuk penyelenggaraan pemilu masuk rawan tinggi, hal ini yang membuat Bawaslu RI hadir di Sulawesi Tenggara untuk mengingatkan seluruh penyelenggara pemilu.
Baca Juga: KPU Akan Hadirkan Bappeda saat Penyusunan Visi Misi Paslon Kepala Daerah, Sesuaikan dengan RPJMD
"Mari kita bekerja sekuat-kuatnya agar proses pemilihan kepala daerah di sini tidak mengalami kendala, benar secara aturan, berkeadilan secara hasil, dan tentu saja berkeadaban secara cara. Maka para partai politik yang hadir pada kesempatan ini menjadi penting sebagai stakeholder utama dari proses kontestasi," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Tenggara, Iwan Rompo Banne dalam sambutannya melaporkan bahwa kegiatan pengawasan telah dilakukan oleh Bawaslu Provinsi Sulawesi Tenggara khususnya pada aspek pengawasan pencocokan dan penelitian dan pencalonan perseorangan pada pemilu tahun 2024 di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Iwan menyampaikan, Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki daftar pemilih tetap sebanyak 1.867.931 pemilih. Setelah KPU menerima DP4 dan disinkronkan dengan DPT pemilu terakhir maka diperoleh angka 1.883.620 pemilih. Dan berdasarkan hasil pengawasan per hari ini dari DP4 sebanyak 1.883.620 maka diperoleh angka 967.251 pemilih.
