"Jadi semua harga itu tergantung besaran yang dibuat," katanya, Rabu (17/3/2021).

Baca juga: Google Dituntut Rp 72 Triliun, Diduga Karena Pelacakan Aktivitas Incognito

Mama Ningsih juga mengaku, setiap harinya hasil kerajinan bambu itu dijual secara keliling di area Kota Kendari menggunakan kendaraan roda dua. Hasil jualannya pun hanya bisa mengidupi keluarga sehari-harinya.

"Kadang juga ada yang laku, tapi kadang juga tidak laku. Jadi tidak menentu dalam seharinya," paparnya.

Sementara bahan baku bambu sendiri didapatkan dari wilayah Kecamatan Wolasi, Konawe Selatan (Konsel) dengan dibeli seharga sekira Rp 2 juta untuk satu ret.