"Puluhan tahun hidup di sini, tidak pernah mengalami masalah gatal-gatal kalau mandi di sungai. Kita patut curiga dengan adanya aktivitas tambang nikel tersebut, karena dulu air sungai baik-baik saja," tutur warga lainnya, Ebit.
Dia berharap ada itikad baik dari pihak perusahaan tambang nikel PT VDNI dan PT OSS untuk melihat kerugian yang dialami warga yang ditimbulkan oleh aktivitas tambang mereka.
"Temui kami dan kita berdiskusi baik-baik agar pengelolaan lingkungan sekitaran tambang menjadi lebih baik, supaya tidak menimbulkan kerugian secara terus menerus pada masyarakat sekitaran tambang nikel," ujar Kepala Desa Muara Sampara, Suherman.
Telisik.id yang berusaha mengonfirmasi pihak PT VDNI dan PT OSS, hingga saat ini belum bersedia ditemui. (A)
