Baca juga: Lima Nilai Dahsyat Zakat yang Tersembunyi

Orang-orang yang mendustakan agama, yaitu orang munafik. Ancaman itu tidak ditujukan untuk orang-orang muslim yang awam, tidak mengerti Bahasa Arab, dan tidak tahu tentang apa yang dibacanya. Jadi orang-orang awam yang tidak mengerti makna dari apa yang dibacanya dalam salat tidak termasuk orang-orang yang lalai seperti yang disebut dalam ayat ini.

Allah selanjutnya menambah penjelasan tentang sifat orang pendusta agama, yaitu mereka melakukan perbuatan-perbuatan lahir hanya karena ria, tidak terkesan pada jiwanya untuk meresapi rahasia dan hikmahnya.

Allah menambahkan lagi dalam ayat ini sifat pendusta itu, yaitu mereka tidak mau menyediakan barang-barang yang dibutuhkan oleh orang-orang yang membutuhkannya, sedang barang yang tidak layak diterima, seperti periuk, kapuk, cangkul, dan lain-lain.

Keadaan orang yang membesarkan agama berbeda dengan agama orang yang mendustakan agama, karena yang pertama tampak dalam tata cara yang jujur, adil, terima kasih, pemurah, dan lain-lain. Sementara sifat pendusta agama adalah ria, bebas, aniaya, takabur, kikir, memandang rendah orang lain, tidak mementingkan yang lain selain memercayai sendiri, bangga dengan harta dan kedudukan, dan juga tidak diperbolehkan sebahagian dari hartanya, baik untuk keperluan perseorangan maupun untuk masyarakat.