Baca Juga: ICW Sebut Ketua KPK Firli Bahuri Pengecut, Polda Metro Jaya Kumpul Keterangan Ahli
Paloh menegaskan, dirinya akan melihat kapasitas anaknya terlebih dahulu sebelum memutuskan. Meski memiliki kesempatan untuk mencalonkan sang anak menjadi cawapres, namun hal itu tidak dilakukannya.
Dia berharap putranya dapat menikmati proses politik yang dilaluinya, sehingga dirinya bisa melihat kematangan dan pengalaman dari proses politik tersebut.
“Ini saya harapkan, kalau mungkin anak saya berani bertanya, akan saya jawab tunggu dulu, akan tiba saatnya,” tutur Paloh.
Sikap prihatin dilontarkan Paloh dengan melihat kondisi Indonesia saat ini. Dia melihat banyak yang berupaya menggunakan negara dan aparatur negara demi kepentingan pribadi. Kondisi ini kemudian menimbulkan rasa ketidakpercayaan rakyat kepada negara.
