Terkait dengan PMK Romy menjelaskan pihaknya sampai saat ini belum menemukan hewan ternak (Sapi) dengan penyakit mulut dan kuku. Ia memastikan kondisi ternak yang berada di lokasi Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Ruminansia Kota Kendari, dalam kondisi sehat dan telah diperiksa kesehatannya.
Pihaknya terus memastikan dan memantau secara langsung perkembangan kesehatan ternak. Secara kasat mata pihaknya belum menemukan penyakit mulut dan kuku, karena biasanya penyakit tersebut terdeteksi secara fisik mulai dari mulut, lidah, dan kaki.
Baca Juga: Belum Tuntas, DPRD Sulawesi Tenggara Minta Poin Pengawasan Ada di Raperda Kelautan dan Perikanan
"Selain kami memeriksanya setiap hari, kami juga sudah bekerjasama dengan dokter hewan agar memastikan lebih lanjut hewan ternak yang kami miliki tidak memiliki penyakit mulut dan kuku," katanya Ia berharap sampai perayaan hari raya kurban nanti, seluruh hewan ternak baik itu yang ada di RPH maupun yang di jual langsung oleh masyarakat tidak sampai tertular penyakit mulut dan kuku.
“Jadi kekhawatiran masyarakat mengenai PMK yang ada di Pulau Jawa itu belum di temukan di Sulawesi, apalagi di Sulawesi Tenggara. Sebab sapi-sapi yang masuk tempat ini kebanyakan didatangkan langsung dari Kabupaten Muna, Bombana maupun Konawe maupun Konawe Selatan,” terangnya.
