"Kami mengamati dengan kekhawatiran soal meningkatnya ketegangan dalam hubungan Tajik-Afghanistan di tengah pernyataan yang sama-sama kuat oleh pemimpin kedua negara," ucap Kementerian Luar Negeri Rusia, Alexei Zaitsev, seperti dikutip kantor berita TASS.
Baca Juga: Viral: Usai Dengar Azan, Mantan Tentara Amerika Ini Bersyahadat di Belakang Truk
Baca Juga: San Marino, Negara Terkecil di Eropa Ini Akhirnya Legalkan Aborsi Setelah 150 Tahun
Dilansir detik.com, dituturkan Zaitsev bahwa menurut informasi Taliban sendiri, puluhan ribu petempur pasukan khusus Afghanistan telah dikerahkan ke Provinsi Takhar, bagian timur laut negara itu yang berdekatan dengan wilayah Tajikistan.
Meskipun seperti dikutip kantor berita RIA News Agency, juru bicara Taliban, Bilal Karimi, menyangkal ada pergerakan pasukannya ke perbatasan Tajikistan.
