"Mereka tanam pisang sebagai bentuk protes. Warga sudah jenuh dijanji dan sampai hari ini belum terealisasi. Jadi wajar saja kalau masyarakat melakukan itu," terangnya.
Kendati demikian, Ketua DPC PPP Kolaka Utara ini tak menampik jikalau dirinya sebagai Ketua Komisi III bersama Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah berkomunikasi dengan pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah 1 Provinsi Sulawesi Tenggara di Kendari.
Bahkan kata dia, pihaknya telah meneruskan aspirasi masyarakat ke BPJN sebanyak dua kali. Pertama, bersama Kadis PUPR Kolaka Utara dan pertemuan selanjutnya bersama anggota Komisi III DPRD Kolaka Utara.
"Kata balai, pihaknya sudah menganggarkan tahun ini khusus untuk jalan Desa Powalaa-Pasampang dengan anggaran sekitar Rp 4,3 miliar, dan mereka tegaskan anggarannya terealisasi tahun ini," tegasnya.
Baca Juga: BLUD Djafar Harun Kolaka Utara, Rumah Sakit Tipe C yang Kerap Kebanjiran
