Sitti Aisyah, warga Kecamatan Poleang, menuturkan bahwa pembuatan tape juga menjadi ajang kebersamaan antarwarga menjelang hari raya.
“Tape ini bukan hanya enak, tapi juga mengandung makna kebersamaan. Biasanya ibu-ibu di kampung membuatnya bersama-sama, saling membantu, jadi sekaligus jadi ajang silaturahmi juga sebelum lebaran,” kata Aisyah.
Baca Juga: Gula Kaluku, Oleh-oleh Manis Tak Pernah Absen dari Kepulauan Buton
Warga Bombana lainnya, Eci Patricia (22), menyampaikan bahwa tape menjadi menu yang selalu ia tunggu saat Lebaran. “Saya selalu bersemangat kalau lebaran, karena keluarga membuat tape hanya di hari lebaran. Jadi itu salah satu menu yang paling saya tunggu,” ucapnya.
Sementara Hana (24) juga mengatakan bahwa tape merupakan sajian yang selalu dinantikan saat hari raya. Ia merasa bangga ketika tape yang dibuat bersama keluarganya berhasil dengan cita rasa manis dan fermentasi yang pas.
