Ia pun membandingkan target pertumbuhan fiskal dalam RPJMD H2N dengan RPJMD masa kepemimpinan sebelumnya di rezim Deno-Madur (DM).

Target pertumbuhan fiskal H2N, kata Dia, hanya berkisar 1,91 persen per tahun lebih rendah dari rata-rata realisasi fiskal daerah pada masa kepemimpinan sebelumnya, yakni 3,98 dan 21,10 persen per tahun," jelas Eber.

Ia juga menilai bahwa RPJMD H2N tidak bermetamorfosis menjadi kupu-kupu cantik dari kepemimpinan sebelumnya. Tak hanya itu 100 hari masa kepemimpinan H2N juga belum ada tanda-tanda yang menjanjikan, tidak ada suatu kebijakan yang luar biasa yang dirasakan masyarakat Manggarai.

Lebih lanjut ia mengatakan, inflasi Kabupaten Manggarai saat ini berada pada posisi 3,19 lebih besar dari inflasi NTT pada posisi 2,05. Daya beli masyarakat Manggarai juga semakin menurun. Oleh karena itu investor dan pengusaha harus bisa memberi daya dorong terkait pertumbuhan PDRB.

Baca juga: 370 Calon Jemaah Haji Asal Kolaka Dipastikan Batal Berangkat