JAKARTA, TELISIK.ID - Versi uncut dari film Gowok: Kamasutra Jawa garapan Hanung Bramantyo hadir dengan durasi lebih dari dua jam dan menghadirkan sejumlah adegan dewasa yang sebelumnya dipotong dalam versi bioskop.
Film ini tidak sekadar menyuguhkan kisah cinta dan pengkhianatan, tetapi membawa penonton pada perenungan mendalam tentang pendidikan seks, tradisi, dan posisi perempuan dalam budaya Jawa.
Disajikan secara utuh tanpa pemotongan sensor, versi ini mempertahankan visi orisinal sang sutradara dalam menyampaikan pesan budaya dan gender.
Film ini pertama kali diputar dalam versi uncut di ajang bergengsi International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2025. Versi tersebut masuk dalam kompetisi Big Screen dan mendapat perhatian karena keberaniannya mengeksplorasi tema yang selama ini dianggap tabu dalam sinema nasional.
Dengan rating 21+, film ini menawarkan narasi yang lebih mendalam dan menyentuh isu-isu sensitif yang jarang diangkat secara terbuka di layar lebar Indonesia.
