Sementara itu, versi cut dari film ini dirilis dengan rating 17+ untuk penayangan domestik di bioskop Indonesia. Beberapa adegan dihilangkan agar sesuai dengan regulasi lembaga sensor dan jam tayang nasional.
Melansir dari Tempo, Senin (9/6/2025), versi ini ditujukan agar film bisa lebih mudah diakses oleh penonton umum, terutama yang berasal dari latar belakang budaya yang masih konservatif terhadap isu seksualitas.
Perbedaan antara kedua versi tidak hanya terletak pada panjang durasi, tetapi juga pada kedalaman adegan yang berkaitan dengan relasi tubuh, pendidikan seks, dan dinamika karakter.
Dalam versi uncut, adegan-adegan sensual ditampilkan lebih panjang dan menyatu dengan konteks cerita, bukan sekadar pemanis visual. Hal ini memungkinkan penonton memahami tradisi gowok secara lebih menyeluruh, sebagai bentuk pendidikan dan bukan semata-mata erotika.
Baca Juga: Jadwal Film Menarik di Bioskop Kendari Hari Ini, Ada Waktu Maghrib 2
