Ratri dewasa (diperankan Raihaanun) digambarkan tidak hanya menjadi gowok terakhir, tetapi juga pendiri komunitas perempuan Respati.

Kelompok ini diceritakan sebagai embrio dari Gerwani, sebuah organisasi perempuan Indonesia yang dikenal progresif pada masanya.

Dalam film, Respati menjadi wadah pendidikan dan pemberdayaan perempuan, menghadirkan narasi tandingan terhadap dominasi patriarki dalam sejarah Indonesia.

Dengan durasi 2 jam 4 menit, Gowok: Kamasutra Jawa versi uncut menyusun lapisan cerita yang kompleks: sejarah, seksualitas, relasi kuasa, dan trauma kolektif perempuan.

Hanung Bramantyo tidak memposisikan tubuh perempuan sebagai objek, melainkan sebagai subjek yang berdaulat dan memiliki hak atas pengetahuan tentang dirinya sendiri. Pendekatan ini membuat film terasa reflektif dan provokatif dalam waktu yang bersamaan.