KENDARI, TELISIK.ID – Demam berdarah dengue (DBD) adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes. Nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus adalah serangga yang membawa penyakit demam berdarah dan tanpa kita sadari berkembang biak di lingkungan sekitar kita.
Menurut Muhammad Sultanul Aulya, peneliti bidang Parasitologi dan Entomologi sejak tahun 2016 hingga saat ini, salah satu kemampuan yang dimiliki nyamuk ini adalah telurnya mampu bertahan berbulan-bulan lamanya pada musim kemarau di tempat yang kering, sehingga pada musim kemarau populasi DBD akan menurun.
“Nyamuk aedes itu bertelur atau menimbun telurnya pada musim kemarau dan tanpa kita sadari nyamuk aedes yang membawa virus DBD, telurnya mampu bertahan kurang lebih 1 tahun lamanya. Dan nyamuk ini menyimpan telurnya di tempat yang kering,” kata Sultanul saat ditemui di Lab Parasitologi yang berada di Politeknik Bina Husada Kendari, Sabtu (13/1/2024).
Baca Juga: Kasus DBD di Kota Kendari Membludak, Ternyata Ini Penyebabnya
Untuk mengetahui nyamuk aedes atau nyamuk yang membawa virus DBD, hanya dengan melihat tempat ia bertelur dan tentunya memiliki anatomi yang berbeda juga.
