Lokasi tersebut selama beberapa bulan terakhir menjadi salah satu fokus penindakan karena diduga kuat menjadi rute pergerakan pejuang Hamas.
Selain penemuan jasad tersebut, militer Israel juga mengungkapkan bahwa lebih dari 30 militan tewas saat berusaha melarikan diri dari terowongan di Rafah timur.
Proses pengejaran terhadap para militan yang masih bertahan di jaringan bawah tanah tersebut disebut masih terus berlanjut. IDF menegaskan bahwa operasi masih difokuskan pada penutupan akses yang dinilai digunakan untuk pergerakan kelompok bersenjata.
Sementara itu, Hamas pada Rabu (26/11/2025) menyampaikan desakan kepada para mediator internasional untuk menekan Israel agar memberikan jalur aman bagi puluhan pejuangnya yang disebut terjebak di terowongan di Gaza selatan.
Baca Juga: Ilmuwan Malaysia Rekrut Kutu Busuk sebagai Detektif Forensik
