Sementara itu, dilansir Cnnindonesia, seorang pejabat NATO mengatakan bahwa sekitar 12 ribu warga negara asing dan warga lokal yang bekerja untuk kedutaan besar dan kelompok internasional telah dievakuasi dari Afghanistan.
Hal tersebut terjadi sejak gerilyawan Taliban menduduki ibu kota Kabul.
"Proses evakuasi lambat karena berisiko. Kami tidak ingin bentrokan dalam bentuk apapun dengan anggota Taliban atau warga sipil di luar bandara," kata pejabat yang enggan disebutkan namanya, seperti dikutip Reuters.
Baca Juga: Berlumuran Darah, Bocah Afganistan Dicambuk Taliban Saat Mau Melarikan Diri
Baca Juga: Mengintip Upacara Perayaan Asyura Umat Syiah hingga Melukai Diri Sendiri
