Baca Juga: Tergiur Minyak Goreng Murah, Seorang Ibu di Kendari Tertipu Jutaan Rupiah
Ia menambahkan, pembeli yang datang kepadanya hanya dari kalangan ibu rumah tangga, sehingga pendapatannya dalam sehari berkurang drastis dibandingkan sebelum terjadi kelangkaan minyak.
"Kadang satu hari saya dapat Rp 500.000. Kalau sekarang laku saja untung-untungan," keluhnya.
Baca Juga: Ribuan Warga Antre Minyak Goreng Murah di Kantor Disperindag Sultra
Sementara itu, Waode Naharia, pedagang Pasar Pajang mengungkapkan, ubi yang ia jual tidak laku sama sekali selama terjadi kelangkaan minyak. Ubi yang ia jual banyak yang rusak dikarenakan sepi pembeli.
