Salah satu Demonstran, Aldin mengungkapkan, selain menolak kenaikan BBM dan tarik dasar listrik, mereka juga menuntut aparat penegak hukum memberantas mafia Migas di Kolaka Utara.
"Kami juga mendesak pemerintah menormalkan tarif BBM bersubsidi untuk mencegah inflasi besar-besaran dan menuntut Pemerintah Pusat bertanggung jawab atas kenaikan harga sembako," ujarnya.
Tidak hanya itu, mereka juga mendesak semua fraksi di DPRD Kolaka Utara membuat surat rekomendasi penolakan kenaikan harga BBM serta mendesak Kapolres Kolaka Utara untuk menyidak SPBU yang ada.
Sebelumnya, aksi yang dilakukan puluhan pemuda gabungan dari OKP dan lembaga kemahasiswaan, seperti Pospera, PMII, HMI, IKAMI SULSEL, PRIP-KAT, Pemuda LIRA dan HMI MPO sempat bersitegang dengan satuan pengamanan dari Polres, Satpol PP dan pihak Sekertariat DPRD.
Baca Juga: Kebijakan Pj Bupati Muna Barat Disoroti 3 Orang, Jubir Sebut Isunya Mengada-Ngada
