"Pertama saya menjadi atheis di Bali, saya mengalami kecelakaan motor. Saya kesal dan marah mengapa ini terjadi," katanya.

Audur mengatakan, ia sudah tinggal di Bali selama satu tahun. Ia jatuh cinta dengan keramahan masyarakat Indonesia, beragam kuliner dan juga musik di Tanah Air.

Audur mengungkapkan, ketika mengalami kecelakaan di Bali, uangnya habis terkuras karena tidak bisa beraktivitas. Sementara itu saat tinggal di Indonesia ia tak mempunyai keluarga, hanya teman saja.

"Ini semua karena Allah SWT yang melindungi saya. Saya disini (Indonesia) hanya seorang diri. Pandemi COVID-19 saya tidak bisa pulang. Akan tetapi ada teman-teman saya di sini yang membantu," ujarnya.

Hatinya seketika berubah ketika mengalami kejaiban dari Allah SWT. Ia bisa sembuh dari sakit pasca kecelakaan dan memutuskan untuk menjadi mualaf usai bertemu dengan Gus Miftah.