"Yang akhirnya menentukan karya itu erotisme adalah bagaimana artis atau, dalam hal ini, penulis atau komposer lebih dekat dengan subjek mereka," kata Seltzer.
Dikutip dari Suara.com, menurut Seksolog Zoya Amirin, video porno kerap kali membuat penontonnya mempertanyakan kebenaran aktivitas seksual seseorang atau aktivitas seksual bersama pasangan.
"Kayak misalnya kalau video itu bisa lama (melakukan aktivitas seks) kenapa suami sebentar? Di video itu bentuk kelamin seperti ini, warnanya seperti ini, kok punya saya berbeda," ungkap Zoya.
Itulah kenapa kerap kali video porno bisa menganggu hubungan seksual dengan pasangan, karena kerap membandingkan.
Padahal di balik video itu ada skenario, pengambilan gambar dan sebagainya yang diatur sedemikian rupa.
