"Apalagi semua video porno itu lebih mengacu kepada bertujuan untuk merangsang individu yang nonton," jelas Zoya.
Baca Juga: 4 Manfaat Membaca Bagi Kesehatan Mental, Sayang Dilewatkan
Di sisi lain, karena dijadikan bahan pembanding video porno tidak sungkan memperlihatkan bentuk kelamin dengan jelas dan dieskplor lebih vulgar.
Namun sebaliknya, tidak dengan video atau film erotis yang tidak pernah memperlihatkan alat kelamin.
"Kalau video porno itu langsung memperlihatkan kelaminnya. Berbeda dengan video erotis, seperti film 365 Day itu adalah video erotis, bukan porno, karena dia tidak menzoom atau melebih-lebihkan bagian kelaminnya," ungkap Zoya.
