Ali Rais menjelaskan, motif penyerangan berawal dari rasa tidak terima R atas perlakuan N yang dianggap merendahkannya saat mengkonsumsi minuman keras. Peristiwa ini bermula sekitar pukul 01.30 WITA saat R hendak pergi dari acara joget.

"R sempat ditahan oleh N yang memaksa untuk minum arak lebih dulu, namun R menolak ajakan tersebut hingga sempat terjadi ketegangan fisik antara keduanya. Situasi tidak berlanjut menjadi perkelahian karena segera dilerai oleh rekan-rekan lainnya," ungkap Ali Rais, Senin (21/4/2025).

Setelah mengantar iparnya, R pulang ke rumah dengan perasaan tidak senang atas perlakuan N. Ia kemudian mengambil sebilah parang dan kembali ke lokasi acara dengan maksud mencari N.

Baca Juga: Pembunuh Polisi di Buton Awalnya Incar Ayah Korban, Alasan Dendam Lama

"Dalam konfrontasi yang terjadi, R menikam E, yang merupakan teman N, setelah E memukul R dengan kayu. E mengejar R dengan sebatang kayu yang diambil dari pagar rumah warga setelah R mengeluarkan parangnya," sambung Ali Rais.