“Kami ingin warga Kota Kendari tidak jadi penonton. Kita harus berpartisipasi di dalamnya. Apalagi kita tahu saat ini masih dalam situasi pandemi COVID-19. Tak sedikit masyarakat kita yang butuh pekerjaan karena selama ini ada yang dirumahkan bahkan ada yang mengalami PHK,” kata Sulkarnain Kadir.

Tidak hanya mensyaratkan 70 persen tenaga kerja dari Kendari, Sulkarnain juga meminta pengelola untuk melibatkan pelaku Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) dalam menjalankan bisnisnya. Itu penting dilakukan untuk membantu para pelaku UMKM yang terdampak wabah yang menyerang sistem pernapasan itu.

“Kami harap dengan pelibatan tersebut, para pelaku UMKM kita bisa naik kelas. Bisa meningkat statusnya dari yang awalnya hanya pengusaha kecil, bisa jadi pengusaha menengah. Bahkan bisa jadi pengusaha besar. Itulah harapan kita sekaligus kita bisa bangkit dari pandemi ini,” kata Sulkarnain Kadir.

Baca Juga: BNNP Sultra Edukasi Bahaya Narkoba Tim Penggerak PKK Konut

Baca Juga: Dewan Geram Tambang Pasir Cemari Pantai Nambo: Ada Korporasi Bertopeng Masyarakat