"Total keseluruhan ayam petelur berjumlah 2000 ekor. Masing-masing desa tersedia 5 kandang, setiap kandang dikelola oleh satu kelompok dengan 10 orang peternak. Isi setiap kandang berjumlah 200 ekor ayam. Alhamdulillah, tahun ini ayamnya sudah mulai bertelur," terang Ismail Mustafa, Kamis (1/4/2021).

Baca juga: Temui HIPPMA-KOLSEL, DPRD Kolaka Bakal Panggil Instansi Terkait Izin Perusahaan Tambang

Bantuan unggas tersebut sifatnya hibah, belum ada upaya untuk berbagi hasil antara peternak dengan pemerintah. Olehnya itu, diharapkan dengan bantuan tersebut perekonomian masyarakat setempat dapat meningkat.

Sedangkan untuk pengembangan itik, terletak di Desa Latali, Kecamatan Pakue Tengah, di atas area seluas 6 hektar dengan ukuran kandang 50x12 meter yang diisi 5000 ekor itik.

"Bantuan unggas ini kami berikan secara komplit. Berupa unggas, penyediaan pakan selama tiga bulan, fasilitas penetas, kandang, sekaligus upaya pendamping pembuatan secara mandiri. Total anggaran yang digunakan sekira Rp 300 juta," jelasnya.