Menurut Tavip, kebijakan pembangunan kependudukan harus mampu mengidentifikasi tantangan-tantangan dan isu-isu di setiap wilayah.
Baca Juga: BKKBN Sulawesi Tenggara Lakukan Pendampingan Penyusunan GDPK Lima Pilar di Buton
"Perubahan mindset dalam pembangunan sangat dibutuhkan agar kebijakan kependudukan dapat berjalan efektif," tegasnya.
Tavip juga menekankan perlunya peningkatan pelaksanaan program Bangga Kencana yang lebih inovatif dan inklusif, dengan fokus pada keseimbangan antara pertumbuhan penduduk dan kapasitas pembangunan.
Dalam Rakortek ini, Sulawesi Tenggara berhasil meraih peringkat kedua dalam penyusunan GDPK dari 38 provinsi di Indonesia. Prestasi ini tentunya memberikan kebanggaan tersendiri bagi pemerintah daerah dan seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pengendalian penduduk di Sulawesi Tenggara.
